Dior Dior Dior

Talkshow PGRI Salatiga Ungkap Berbagai Persoalan Pendidikan, dari Bullying hingga Kekurangan Guru

Dior

Salatiga – Talkshow PGRI bertema “Komitmen Salatiga Mewujudkan Pendidikan Unggul, Sekolah Aman dan Nyaman, Guru Sejahtera, & Siswa Bahagia” mengungkap banyak persoalan pendidikan di Kota Salatiga. PGRI Kota Salatiga menggelar acara ini di Pendapa Bung Karno DPRD pada Senin (24/11) malam. Kegiatan tersebut berlangsung untuk memperingati HUT ke-80 PGRI dan Hari Guru Nasional.

Acara menghadirkan Kadinas Pendidikan Drs Muh Naziruddin, Ketua Komisi A DPRD M Miftah, Kepala Kemenag Drs Wiharso MM, dan Kompol Marwanto. Para narasumber membahas dinamika pendidikan dan kondisi guru di Salatiga. Diskusi berjalan hangat sejak sesi pertama.

Dior

Baca Juga: Wamen Dukbangga Tinjau Layanan Gizi di Salatiga

Ketua PGRI Salatiga, Fahrudin Saiful Huda SPd MM, menyampaikan banyak persoalan yang melibatkan guru dan siswa. Ia menyoroti kasus guru yang mendapat laporan dari LSM hingga menerima putusan hukuman. Presiden Prabowo mencabut putusan tersebut, tetapi kasus itu tetap menimbulkan keresahan.

Talkshow PGRI

Fahrudin juga menyoroti kasus bullying yang membuat siswa mengalami tekanan emosional. Ia mengingatkan bahwa beberapa siswa SMP dan SD ikut dalam aksi demo dan perusakan beberapa waktu lalu. Menurutnya, kejadian itu menunjukkan lemahnya kontrol lingkungan belajar.

Masalah kekurangan guru mapel tertentu ikut muncul dalam pembahasan. Fahrudin menegaskan bahwa efisiensi anggaran membuat Pemkot menghentikan subsidi untuk guru honorer dan guru swasta. Selama ini mereka menerima tambahan Rp450 ribu per bulan, sementara honor lembaga hanya Rp200–400 ribu.

Baca Juga: Keluarga di Salatiga Dihadang Diduga Debt Collector Usai Keluar dari Kampus UIN

Beberapa sekolah juga mengalami kerusakan akibat angin puting beliung. Para peserta berharap seluruh pemangku kebijakan mampu menuntaskan persoalan tersebut. Talkshow PGRI ditutup dengan penampilan Paduan Suara PGRI Salatiga yang meraih juara tingkat nasional.

Dior