Cak Imin Nilai Pemberdayaan sebagai Kunci Pencegahan Kekerasan terhadap Perempuan
Apa Kabar Salatiga — Cak Imin Nilai Pemberdayaan menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) bagi sebagian periode terakhir ini, dan juga figur politik penting di Indonesia (Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa). Dalam beberapa kesempatan, beliau menyampaikan bahwa pemberdayaan sosial dan ekonomi masyarakat — termasuk perempuan — adalah salah satu strategi sentral dalam upaya mengurangi kemiskinan, sekaligus mencegah berbagai kerentanan sosial, termasuk kekerasan. Contohnya:
Dalam kunjungan ke Wonosobo, Cak Imin menargetkan “kemiskinan ekstrem 0 persen dalam maksimal 2 tahun” sebagai bagian dari program pemberdayaan masyarakat.
Ia menegaskan bahwa pemberdayaan bukan sekadar “bantuan sosial” saja, melainkan membangun ekosistem produktif dan mandiri.
Dia juga mengecam keras kasus kekerasan seksual — misalnya yang terjadi di sebuah panti asuhan di Tangerang — menandakan bahwa isu kekerasan menjadi perhatian seriusnya.
Walaupun pernyataan spesifiknya mengaitkan pemberdayaan ekonomi perempuan sebagai upaya pencegahan kekerasan perempuan belumlah sangat luas dipublikasikan dalam media yang secara eksplisit mengutip Cak Imin dengan kalimat “pemberdayaan ekonomi perempuan cegah kekerasan”, namun skema kebijakan yang ia dorong (pengentasan kemiskinan + pemberdayaan masyarakat rentan) sangat relevan untuk kerangka tersebut.
Baca Juga: PSMS Medan Melejit di Klasemen Grup Barat Usai Taklukkan Persiraja, Putus Rekor Buruk Lawan
2. Mengapa Pemberdayaan Ekonomi Perempuan Itu Penting dalam Pencegahan Kekerasan
Beberapa kajian menunjukkan bahwa perempuan yang tidak memiliki kemandirian ekonomi dan penghasilan yang cukup, cenderung lebih rentan mengalami berbagai bentuk kekerasan — baik kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), kekerasan ekonomi, maupun pelecehan. Contoh:
Menurut dokumen kebijakan, “ketika perempuan tidak memiliki kemampuan secara ekonomi … maka mereka bergantung kepada suami atau orang lain… dan rentan mendapatkan kekerasan.”
Dampak kekerasan terhadap perempuan bukan hanya fisik atau psikis, tetapi juga ekonomi: korban kekerasan bisa kehilangan penghasilan, mengalami gangguan kerja, menanggung beban medis/pemulihan — yang kemudian memperparah kemiskinan atau rentan sosial.
Dengan demikian, pemberdayaan ekonomi perempuan menjadi strategi “hulu” yang dapat memperkuat posisi perempuan dalam rumah tangga dan masyarakat — yang kemudian dapat mengurangi kerentanan mereka terhadap kekerasan.
3. Kerangka Kebijakan yang Diusung Cak Imin dan Pencapaiannya
3.1 Program dan Target
Pemberdayaan masyarakat secara luas melalui pengentasan kemiskinan ekstrem: Cak Imin menyebut bahwa model pemberdayaan menjadi bagian strategi melalui instruksi presiden (Inpres 8/2025) untuk optimalisasi pengentasan kemiskinan dan penghapusan kemiskinan ekstrem.
Penyertaan program inklusi keuangan, ekosistem kewirausahaan, dan penguatan kapasitas masyarakat di desa sebagai bagian dari pemberdayaan.
3.2 Hubungan dengan Perempuan
Meskipun program yang disebut secara eksplisit perempuan lebih banyak disampaikan oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) — misalnya program “pemberdayaan ekonomi perempuan untuk memutus mata rantai kekerasan” yang dikemukakan Wamen PPPA.
Cak Imin sebagai Menko PM punya peran koordinatif yang memungkinkan sinergi antar-kementerian: misalnya program pemberdayaan masyarakat yang mencakup seluruh masyarakat rentan (termasuk perempuan).
Contoh nyata: ia mendukung program kaderisasi perempuan yang tangguh melalui organisasi seperti DPP Perempuan Bangsa dan menekankan bahwa “program yang berdampak kepada masyarakat luas” harus menyentuh perempuan.
3.3 Pencapaian
Namun, masih banyak tantangan: pengangguran terdidik masih tinggi, gap ekonomi dan sosial masih besar, dan perempuan masih menghadapi banyak kerentanan.
4.Cak Imin Nilai Pemberdayaan Implikasi Kebijakan dan Tantangan ke Depan
4.1 Implikasi
Memperkuat pemberdayaan ekonomi perempuan berarti tidak hanya meningkatkan akses perempuan ke pekerjaan, modal, pelatihan, tetapi juga memperkuat posisi tawar mereka dalam keluarga dan masyarakat — yang dapat menurunkan risiko kekerasan.
Pemberdayaan harus terintegrasi ke dalam strategi pengentasan kemiskinan dan pengembangan masyarakat rentan secara keseluruhan. Hal ini sesuai dengan pendekatan Cak Imin yang menggabungkan aspek sosial, ekonomi, dan komunitas.
4.2 Tantangan
Pengukuran dampak pemberdayaan ekonomi terhadap penurunan kekerasan masih memerlukan data yang lebih kuat dan evaluasi program yang sistematis.






