Salatiga – Sebuah keluarga di Salatiga mengalami penghadangan oleh sekelompok orang yang mengaku sebagai debt collector ketika mereka keluar dari Kampus UIN Salatiga pada Rabu (19/11/2025) siang.
Sejumlah saksi melihat kelompok itu memalang mobil keluarga tersebut tepat setelah kendaraan itu meninggalkan area wisuda. “Baru keluar jalan sudah dipalang. Pengemudi tetap menolak pemeriksaan karena ia membeli mobil itu secara kontan dan menyimpan BPKB di rumah,” ujar beberapa saksi.
Pengemudi Menolak Pemeriksaan Paksa
Kelompok itu kemudian meminta mengecek nomor rangka dan nomor mesin di pinggir jalan. Pengemudi langsung menolak karena ia tidak memiliki tunggakan apa pun dan membawa dokumen lengkap. Ia menegaskan bahwa pembayaran mobil selalu lancar.
Baca Juga: CKG Salatiga Tembus 36 Persen, Masyarakat Makin Sadar
Karena merasa terancam, ia memutar balik kendaraan dan mendatangi Pos Polisi perempatan Kecandran untuk meminta perlindungan. “Pak, saya minta perlindungan. Mereka menghentikan saya secara paksa,” ucapnya kepada petugas.
Polisi Mengarahkan Pemeriksaan ke Polres
Petugas menanggapi laporan itu dengan meminta keluarga tersebut melanjutkan proses pengecekan ke Mapolres Salatiga agar situasi tetap aman dan jelas. Pengemudi pun menyerahkan STNK serta bukti pembelian mobil saat tiba di Polres.
Ia menyampaikan rasa keberatannya atas tindakan para pelaku yang menghentikan mobilnya secara tiba-tiba. “Ini mobil pribadi, saya beli sendiri. Kok mereka menghadang begitu,” katanya.
Sampai sekarang, Polres Salatiga terus memeriksa laporan tersebut dan mengumpulkan keterangan dari para pihak.
Elbeha Barometer Mendesak Polisi Menindak Tegas
Lembaga Elbeha Barometer ikut merespons kejadian ini. Ketua Elbeha Barometer, Sri Hartono, meminta aparat bertindak tegas terhadap kelompok yang dianggap meresahkan warga. “Aparat harus bergerak cepat karena kejadian seperti ini mengganggu rasa aman masyarakat,” tegasnya.
Baca Juga: Warga Mangunsari Salatiga Ditemukan Gantung Diri di Rumahnya
Ia menekankan pentingnya langkah cepat untuk menjaga kondusivitas kota. “Warga berhak merasa aman. Penegakan hukum harus berjalan jelas,” lanjutnya.
Masyarakat Diminta Segera Melapor
Sri Hartono juga mengajak masyarakat untuk segera melapor jika melihat aksi serupa. Ia mengumpulkan informasi dari beberapa saksi yang melihat para pelaku menghentikan kendaraan, menekan pengemudi, dan mencoba memeriksa mobil secara paksa. “Kami menerima berbagai keterangan yang menunjukkan pelaku bertindak sewenang-wenang,” jelasnya.
Ia berharap polisi segera memproses para pelaku agar kejadian seperti ini tidak terulang. “Kami mendorong aparat menuntaskan kasus ini karena tindakan para pelaku benar-benar meresahkan warga,” tutupnya.






