1. Pria Bawa Sajam Ditangkap Polisi Tangkap di Srengseng, Warga Sempat Panik
Apa Kabar Salatiga – Pria Bawa Sajam Ditangkap Seorang pria berinisial A (35) diamankan polisi setelah kedapatan membawa senjata tajam (sajam) di kawasan Srengseng, Kembangan, Jakarta Barat, Jumat sore (19/9/2025).
Kejadian bermula saat pria tersebut terlihat mondar-mandir di sekitar pemukiman warga sambil menggenggam sebilah pisau. Warga yang melihat gerak-geriknya mencurigakan langsung menghubungi pihak kepolisian.
“Yang bersangkutan sempat berteriak-teriak, bahkan mengayunkan sajam ke arah beberapa orang yang lewat. Tidak ada korban, tapi warga ketakutan,” ujar Kapolsek Kembangan. Polisi menduga pelaku dalam pengaruh alkohol atau mengalami gangguan mental.
2. Diduga Akan Menyerang Warga, Pria Bersenjata Tajam Diciduk di Srengseng
Jakarta – Kepolisian berhasil menggagalkan dugaan aksi kekerasan setelah menangkap seorang pria pembawa senjata tajam di wilayah Srengseng. Menurut saksi mata, pelaku tampak menargetkan beberapa warga secara acak.
“Dia tiba-tiba datang bawa pisau, kayak mau nusuk orang. Untung ada yang teriak minta tolong,” kata seorang warga yang melihat kejadian.
Polisi kini menyelidiki motif di balik aksi tersebut.
Baca Juga: Biarawan: Penjaga Spiritualitas dan Pengetahuan di Balik Dinding Sunyi
3. Polisi Periksa Kejiwaan Pria Bawa Sajam di Srengseng
“Kami tidak bisa langsung pastikan motifnya. Yang jelas kami koordinasi dengan psikolog forensik,” ujar perwira penyidik.
4.Salah satu warga berinisiatif menjatuhkan pelaku dari belakang saat pria itu sempat mengacungkan pisau.
“Saya lihat dia ngarahin pisaunya ke tukang sayur. Saya langsung dorong dari belakang dan orang-orang bantu ikat dia,” kata warga bernama Rudi.
Polisi memberi apresiasi atas keberanian warga namun tetap mengimbau untuk berhati-hati dan menyerahkan pada aparat keamanan.
5. Pelaku Bawa Sajam Mengaku Ingin Menagih Utang, Polisi: Kami Telusuri Lebih Lanjut
Dalam interogasi awal, pelaku mengaku hanya ingin “menagih utang” kepada seseorang di wilayah Srengseng.
“Kami akan panggil beberapa saksi dan memeriksa riwayat komunikasi pelaku. Bisa jadi ini alibi untuk menutupi motif lain,” kata Kapolsek.
Kejadian pria bersenjata tajam di Srengseng menjadi cerminan potensi rawannya kekerasan spontan di wilayah padat penduduk. Pengamat keamanan publik dari Universitas Indonesia, Dr. Reno Hadinata, mengatakan ini menunjukkan kurangnya deteksi dini atas kondisi sosial psikologis warga.
“Banyak kasus begini yang ujung-ujungnya pelaku mengidap stres berat, depresi, atau gangguan mental yang tidak tertangani,” ujar Reno. Ia mendorong pemerintah DKI Jakarta memperluas sistem pemantauan kesehatan mental berbasis RT/RW.






